UKM Komunitas

UKPM NATAS (UNIT KEGIATAN PERS MAHASISWA)

Dinamika sosial merupakan bagian yang tak terelakkan dalam kehidupan sebuah universitas. Tujuannya tentu adalah untuk menelurkan kemajuan-kemajuan bagi seluruh warga kampus. Informasi mengenai bentuk-bentuk dinamika ini merupakan hak setiap civitas akademika untuk mengetahuinya. Selanjutnya, respon dalam berbagai bentuk pun kerap muncul sebagai efek dari dinamika sosial tersebut. Menyadari perlunya mengakomodir kebutuhan warga kampus untuk mengetahui informasi dan mewadahi respon atasnya, UKPM natas hadir sebagai media independen yang jujur, adil, obyektif, dan santun dalam berkomunikasi. Di samping itu, UKPM natas pun menjalankan tugas sebagai “anjing penjaga” (watchdog) untuk menjaga dinamika sosial tersebut tetap berlangsung seimbang di lingkup Universitas Sanata Dharma.

Dalam produk jurnalistik yang diterbitkan secara rutin, UKPM natas menyajikan informasi-informasi, baik dalam lingkup internal maupun eksternal kampus. Dengan produk bertema alternatif tersebut, UKPM natas berusaha menumbuhkan kesadaran, mencerdaskan pola berpikir, dan menjadi penyulut keberanian (pemantik) serta kemampuan seluruh civitas akademika untuk dengan kritis membangun dialektika dalam rangka mencapai kemajuan bersama di lingkup universitas.
Sebagai lembaga pers kampus yang independen, UKPM natas bergerak dalam jiwa dan semangat jurnalistik yang dipadu dengan visi dan misi Universitas Sanata Dharma, yaitu memadukan keunggulan akademik dengan nilai-nilai humanistik. Sesuai dengan namanya, ‘natas’ -yang merupakan singkatan dari wahana kreativitas- memiliki visi dan misi untuk menjadi wahana kreativitas yang diperkokoh dengan jargon ‘menuju akademisi kritis’.

 

SEJARAH SINGKAT UKPM natas

natas berdiri sekitar tahun 80-an. Pada waktu itu, ada banyak sekali mahasiswa yang sering berdiskusi  baik itu mengenai masalah kampus maupun masalah yang sedang terjadi di bangsa ini. Ada banyak sekali permasalahan yang disimpulkan dan terasa bahwa permasalahan itu harus diketahui oleh banyak orang (masyarakat umum). Satu-satunya cara adalah dengan menuliskan hal yang mereka diskusikan dalam sebuah media alternatif berupa buletin. Akhirnya, beberapa orang sepakat untuk membuat suatu media kampus yang menuliskan tidak hanya apa yang mereka diskusikan dengan tatacara jurnalistik yang sederhana.

Seiring dengan perkembangannya, media ini dijadikan sebuah UKMPK (Unit Kegiatan Mahasiswa Penerbitan Kampus) natas sekitar tahun 1985. Pada saat itu, UKMPK natas tidak hanya menjadi media bagi mahasiswa untuk memberitakan berbagai permasalahan yang terjadi di kampus, tapi juga permasalahan yang sedang terjadi di bangsa ini. Media dari UKMPK natas tidak hanya ini berhasil menarik perhatian mahasiswa saja, tapi juga kebanyakan kalangan umum yang pada saat itu sangat menunggu berita dari berbagai media alternatif. Media alternatif saat itu sangat ditunggu-tunggu karena media-media umum saat itu tidak terlalu berani memberitakan masalah politik yang sedang terjadi di bangsa ini.

Pada tahun 90-an, UKMPK natas bersama universitas semakin garang memberitakan apa yang sedang terjadi pada bangsa ini. Sampai pada puncaknya Universitas Sanata Dharma menjadi bagian yang tak terlupakan dalam sejarah revolisoner tahun 1998. Saat itu, UKMPK natas mengambil bagian dalam pembentukan wacana publik, dalam hal ini media yang selain membentuk wacana publik tapi juga mengaspirasikan suara mahasiswa Universitas Sanata Dharma.

Pasca penggulingan rezim Orde Baru atau sekitar tahun 2000, UKMPK natas bersama Pers Mahasiwa lainnya mencoba mengambil satu kebijakan bersama yaitu “Back to Campus” atau “Kembali ke Kampus“. Hal ini dikarenakan selain sebagai pers kampus, saat itu Pers Mahasiswa pada umumnya juga kehilangan musuh bersama yang dulunya adalah Orde Baru.

Pada tahun 2004, UKMPK natas berubah nama menjadi Unit Kegiatan Pers Mahasiswa (UKPM) natas. Pada tahun yang sama UKPM natas menggabungkan diri  dalam Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI), dan langsung menjadi Pengurus Dewan Etik Nasional  (DEN) PPMI Wilayah Timur. Perlu diketahui bahwa Dewana Etik Nasional PPMI setara dengan SEKJEN Nasional. Mulai saat itu UKPM natas mulai diperhitungkan di ranah nasional kalangan Pers Mahasiswa tidak hanya dari segi keorganisasiannya, tapi juga dari segi jurnalistiknya. Dari tahun 2004 sampai saat ini, UKPM natas selalu masuk dalam kepengurusan PPMI, baik itu ranahnya nasional maupun Dewan Kota Yogyakarta.

KEORGANISASIAN

UKPM natas tersusun dari beberapa divisi yang seiring waktu masih tetap terus dikembangkan dan dioptimalkan.
Divisi Keredaksian

Divisi ini masih terbagi menjadi dua sub-divisi, yakni Keredaksian majalah natas dan Keredaksian buletin Natas Hot News (NHN). Masing-masing sub-divisi ini bertanggung jawab dalam penerbitan produk jurnalistik secara rutin berupa majalah natas yang menghadirkan berita-berita bertema alternatif, lebih tepatnya mengedepankan tema-tema yang membela kepentingan kaum marjinal. Majalah ini didistribusikan secara lebih luas melalui jaringan eksternal kampus. Natas Hot News (NHN) hadir sebagai sumber informasi bagi seluruh civitas akademika Universitas Sanata Dharma untuk berita-berita dalam lingkup internal kampus, maka distribusinya pun berkutat di internal kampus. Kru redaksi mengutamakan kepekaan terhadap lingkungan sekitar, meramu informasi tentangnya, dan mengemasnya dalam bentuk tulisan yang valid dan terpercaya untuk kemudian dikomunikasikan kepada publik.

Divisi Penelitian dan Pengembangan
Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) bertugas untuk mengidentifikasi kekurangan dalam UKPM natas dan menganalisis upaya-upaya perbaikan yang perlu dilakukan. Dalam mewujudkan tugas tersebut, Litbang memandu anggota-anggota lainnya untuk melaksanakan kajian-kajian kritis dan analisis terhadap perkembangan intern dan ekstern UKPM. Tugas penting lainnya bagi divisi Litbang adalah kaderisasi anggota sebab eksistensi sebuah lembaga sangat bergantung dengan kuantitas dan kualitas suplai kader. Di bidang inilah Litbang belajar mengasah kepekaan sosial dengan bermodal ilmu dan pengalaman untuk menggagas ide-ide kreatif dan inovatif sebagai dinamisator organisasi.

Divisi Perusahaan
Divisi perusahan berfungsi sebagai pemasaran (marketing) atau pendistribusian produk jurnalistik UKPM natas. Selain itu divisi ini berfungsi untuk mencari sponsor yang akan menyokong kegiatan-kegiatan UKPM natas selain dana yang didapat dari kampus. Divisi ini juga berfungsi sebagai EO (Event Organizer) yang menyelenggarakan acara-acara UKPM natas.

Divisi Artistik
Divisi ini dibentuk untuk mewadahi kreativitas mahasiswa (anggota) UKPM natas yang tertarik dalam bidang fotografi, layouting, dan karikatur yang berwajah jurnalistik. Selain itu, divisi ini sangat penting dalam hal menarik minat pembaca dari segi tata letak sebuah media jurnalistik.

Divisi Jaringan Kerja.
Divisi ini dibentuk dalam rangka untuk memantapkan UKPM natas dalam hal hubungan kerja dengan pihak luar UKPM. Divisi ini berfungsi untuk menambah dan menumbuhkan jaringan. Divisi terbagi menjadi dua bagian, yaitu eksternal dan internal. Bagian eksternal berfungsi  menjadi wakil dari organisasi dalam ranah kegiatan di luar kampus. Sedangkan, bagian internal berfungsi sebagai wakil organisasi di ranah kegiatan di dalam kampus.

PROGRAM KERJA

Pertama, penerbitan produk jurnalistik dalam dua bentuk, yaitu majalah natas dan buletin Natas Hot News. Majalah natas diterbitkan setiap satu semester sekali. Sementara buletin Natas Hot News terbit setiap dua bulan sekali ditambah dengan edisi khusus mahasiswa baru saat Insadha.

Kedua, pelatihan-pelatihan. UKPM natas merasa perlu meningkatkan kualitas kinerja dengan mengikuti pelatihan-pelatihan jurnalistik, baik yang diselenggarakan oleh UKPM sendiri maupun pihak-pihak lain di luar UKPM dan universitas.

Ketiga, kaderisasi anggota baru. Setiap tahunnya, UKPM natas membuka penerimaan bagi anggota baru yang diselenggarakan dalam beberapa tahap kegiatan. Kaderisasi dimulai dari penerimaan anggota baru pada awal tahun akademik dengan seleksi masuk berupa wawancara. Selanjutnya, anggota baru mengikuti Pendidikan Dasar (Dikdas) untuk membekali anggota baru dengan materi-materi jurnalistik dasar dan pengenalan tentang UKPM natas. Tahap berikutnya adalah masa magang yang akan mengajak anggota baru berpraktek langsung dalam kegiatan jurnalistik UKPM natas. Dalam magang ini, anggota baru pun mendapat kesempatan untuk menimba ilmu dan belajar bersama dengan lembaga pers mahasiswa (LPM) dari universitas lainnya di Yogyakarta. Di akhir proses magang, anggota baru akan diberi kesempatan untuk menggarap produk dalam bentuk buletin edisi magang untuk kemudian diterbitkan. Di pertengahan tahun, seluruh anggota UKPM natas akan mengadakan Pendidikan Lanjut bagi semua anggotanya, masih dengan materi jurnalistik.

Keempat, UKPM natas juga menggelar diskusi-diskusi ringan dan nonton film dalam rangka memperkaya wacana anggota. Kegiatan ini dikemas tidak hanya dalam situasi formal namun juga lewat obrolan santai sambil minum kopi bersama.

Selain keempat program di atas, UKPM natas juga berpartisipasi aktif dan memegang peranan penting dalam Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) baik di tingkat provinsi maupun nasional. Kredibilitas UKPM natas dalam perhelatan dunia pers Yogyakarta tidak perlu diragukan lagi. Sejumlah penghargaan telah diraih, seperti Ekspresi Award dalam berbagai kategori untuk produk-produk jurnalistik yang diterbitkan oleh UKPM natas.